Alami Kecanduan Alkohol, Kapan Sebaiknya ke Psikolog?

“Orang dengan kondisi kecanduan alkohol seringnya menyangkal kecanduan yang dialaminya. Biasanya, pecandu alkohol akan merasa kesal ketika orang mengkritik kebiasaannya. Mereka juga merasa bersalah tentang pola konsumsi minumannya, tetapi tidak bisa menguranginya. Jika terjadi, itu adalah tanda yang menunjukkan orang tersebut butuh bantuan psikolog.”

Alami Kecanduan Alkohol, Kapan Sebaiknya ke Psikolog?
Halodoc, Jakarta – Kecanduan alkohol bisa dikarenakan banyak faktor, mulai dari faktor genetik, fisiologis, psikologis, dan lingkungan. Tidak semua orang bisa dipengaruhi hal yang sama. Untuk beberapa orang dengan kecanduan alkohol, biasanya memiliki gangguan psikologis seperti impulsif, tidak memiliki rasa percaya diri, serta masalah emosional lainnya. Berbicara dengan psikolog dapat membantu pecandu alkohol menangani masalah emosinya, sehingga bisa menanggulangi ketergantungannya akan alkohol.

Ketika Sudah Tidak Bisa Terkontrol Lagi
Orang dengan kondisi kecanduan alkohol seringnya tidak mengakui alias menyangkal kecanduan yang dialaminya. Biasanya, pecandu alkohol akan merasa kesal ketika orang mengkritik kebiasaan minumnya. Mereka juga merasa bersalah tentang pola konsumsi minumannya, tetapi tidak bisa menguranginya dan minum tak kenal waktu termasuk pagi hari dengan alasan untuk menenangkan saraf.

Dengan dukungan anggota keluarga atau teman, pecandu alkohol dapat pulih dengan sendirinya. Namun, mereka yang ketergantungan alkohol biasanya tidak bisa berhenti minum hanya dengan kemauan keras. Banyak yang membutuhkan bantuan dari luar. Pecandu alkohol mungkin memerlukan detoksifikasi yang diawasi secara medis untuk menghindari gejala penarikan yang berpotensi mengancam jiwa, seperti kejang.

Tahap kecanduan selanjutnya dapat menghasilkan perubahan fisik, tetapi tanda-tanda perilaku dapat menjadi cara untuk deteksi dini. Orang dengan kecanduan alkohol sering mengembangkan rutinitas yang dapat membuatnya mengakses alkohol tanpa gangguan.

Pecandu alkohol bisa jadi akan terganggu oleh perubahan jadwal, frustasi dan menyalahkan orang lain. Dia mungkin memiliki perubahan suasana hati yang kuat yang tampaknya mengubah kepribadiannya. Relasinya bisa jadi memburuk, karena lingkaran sosial yang menyempit menjadi pengguna alkohol lainnya. Produktivitas pekerjaan mungkin juga menurun dan mereka kehilangan aktivitas-aktivitas favorit positif yang dulu dilakukan secara rutin.

Bagaimana Psikolog Membantu Masalah Kecanduan Alkohol?
Psikolog dapat membantu mengatasi masalah kecanduan alkohol dengan beberapa cara. Psikolog dapat memberikan bantuan dan arahan kepada keluarga atau orang terdekat pecandu guna mengubah kebiasaannya.

Seorang psikolog dapat melakukan evaluasi dengan menilai jenis dan tingkat masalah yang dialami peminum. Hasil penilaian dapat dijadikan panduan awal mengenai pengobatan apa yang harus dilakukan dan penanganannya.

Psikolog bisa menggunakan sejumlah terapi, termasuk perawatan keterampilan koping perilaku-kognitif, dan terapi peningkatan motivasi yang dikembangkan oleh psikolog. Kombinasi terapi ini dapat membantu orang yang mengalami kecanduan alkohol menjadi termotivasi untuk berhenti minum, mengidentifikasi keadaan yang memicu minum, mempelajari metode baru untuk mengatasi situasi minum berisiko tinggi, dan mengembangkan sistem dukungan sosial dalam lingkungannya sendiri.

Perlu diketahui, banyak pecandu alkohol ternyata juga mengidap kondisi kesehatan mental lain, seperti kecemasan dan depresi berat pada saat yang bersamaan. Konsultasi dengan psikolog dapat mendiagnosis dan mengobati kondisi psikologis tersebut.

Butuh Bantuan?
SMS: +6282299515981
082299515981
6282299515981
suj_medical@yahoo.com